JL.Tentara Pelajar,No.48,Kompleks Islamic Centre,Kembaran,Kebumen. Phone : 0287-386709

SD IT AL-MADINAH

Excellent With Integral Character

SD IT AL-MADINAH

Excellent With Integral Character

PEMBELAJARAN SAINTIFIK KONTEKSTUAL

Belajar dengan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan

SD IT AL-MADINAH

Excellent With Integral Character

SD IT AL-MADINAH

Excellent With Integral Character

Kamis, 04 September 2014

Ayah Ibu Inspiratif



Apa yang begitu dikuatkan dalam hidup berkeluarga? Ada banyak jawaban. Salah satunya, keselamatan anggota keluarga.
Ayah dan juga ibu mengatur seluruh aktivitas sedemikian rupa agar keselamatan keluarga dapat terjaga dengan baik. Benda-benda bahaya disingkirkan, kendaraan dirawat dan dilengkapi dengan sistem pengaman, dan pergerakan anggota keluarga diawasi. Seluruhnya dalam rangka memastikan bahwa setiap anggota keluarga dalam posisi aman serta selamat.
Pertanyaan yang diajukan kemudian adalah bagaimana ayah dan ibu memperhatikan keselamatan putra putri dari bahaya di akherat sana, yakni neraka? Tentu saja, apabila dari bahaya duniawi, ayah dan ibu bekerja keras sedemikian rupa, ayah dan ibu akan bekerja lebih keras lagi agar semuanya selamat di akherat sana.  
Ayah dan ibu akan bekerja keras membangunkan putra putri untuk shalat Shubuh (shalat ini sangat berat untuk putra putri ya?); ayah dan ibu juga akan meluangkan waktu sedemikian rupa untuk menemani putra putri mengaji, baik mengajari langsung maupun lewat bantuan guru; ayah dan ibu juga akan terbiasa bangun tengah malam, bermunajat agar Allah Ta’ala memudahkan segala urusan anggota keluarga, dunia serta akherat.
Ayah dan ibu meyakini bahwa keselamatan akherat adalah prioritas. Bahkan, dengan bekerja keras mengamankan akherat, ayah dan ibu yakin keselamatan serta kesuksesan duniawi akan mudah teraih. Sehingga ayah dan ibu terus belajar. Bukan hanya ilmu agama, tapi seluruh ilmu yang berkaitan dengan keluarga, semuanya dipelajari. Lama-kelamaan, keluarga mengalami pengembangan kualitas yang luar biasa. Penuh ketaatan, cerdas, tangkas, dan solutif merupakan profil baru yang dimiliki anggota keluarga.
Ayah dan ibu merupakan sosok yang penuh harapan kebaikan. Selalu ada kebaikan yang lahir dari keduanya. Tutur katanya santun dan tenang, gerak-geriknya juga tenang –jauh dari ketergesaan, sosialisasi dengan orang lain penuh kebaikan.
Ayah dan ibu merupakan sosok inspiratif. Putra putri akan senantiasa teringat, mendoakan, dan juga mengalirkan pahala amalan shaleh untuk ayah dan ibu. Selalu ada tempat di hati untuk keduanya. Wallahu a’lam bishshawab.
Share:

Selasa, 02 September 2014

Makan Siang


       Setiap waktu ada kegiatan yang bermanfaat. Pembelajaran selesai pada pukul 11.25 WIB, selanjutnya murid-murid berkumpul membuat halaqoh (lingkaran dengan lutut satu anak bersentuhan dengan lutut temannya) untuk makan siang, setiap halaqoh selalu didampingi oleh satu mursyid (pendamping), hal itu dilakukan agar kegiatan makan berjalan sesui adab Islam. Mursyd selalu siap siaga mendampingi dan memperhatikan aturan makan setiap muridnya, selalu mengingatkan akan adab-adab makan apabila ada anak yang makan tidak sesuai dengan adab Islam, di sisi lain mursyid perlu memahami nilai-nilai gizi pada makanan yang sedang dinikmati oleh kebanyakan murid, agar dia bisa menyampaikan pada saat halaqoh siang. Makan siang akan dimulai apabila setiap anak sudah tertib dan tenang dalam halaqoh, kemudian ketua halaqoh memimpin berdoa, makan siangpun siap disantab dengan adab-adab islam, sehingga makan siang bernilai ibadah disisi Allah. Selanjutnya setiap murid diperkenankan meninggalkan tempat untuk persiapan solat duhur setelah ketua halaqoh memimpin doa setelah makan.
Share:

Senin, 01 September 2014

Pramuka Hidayatullah


       Kegiatan yang satu ini merupakan ekstra wajib bagi kelas tiga, empat, dan lima. Kegiatan yang dilakukan setiap hari Jum’at ini merupakan wadah bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan mereka dalam baris-berbaris, memahami beberapa sandi seperti sandi kotak dan sandi Semapoer dan berbagai kegiat kelompok. Pramuka Hidayatullah sama seperti pramuka-pramuka yang diajarkan untuk anak sekolah tingkat dasar, yang membedakan pramuka Hidayatullah dengan pramuka ditempat lain adalah integrasi nilai tauhid pada masing-masing kegiatan, misalnya; pada permainan kata berantai kata/kalimat yang digunakan ada hubungannya dengan cinta Allah dan  cinta Rosulullah, harapannya setelah peserta bermain dan belajar, menambahkan rasa syukur pada diri peserta didik. Pembiasaan akhlak-akhlak mahmudah dalam kegiatan pramuka, akhlak kepada Allah, akhlak kepada Rosulullah, Akhlak kepada Negara, akhlak kepada yang lebih tua, akhlak kepada sesama, dan akhlak kepada yang lebih muda. Kegiatan yang sudah pernah dilakukan misalnya; merangkai huruf, kata berantai, sandi kotak, sandi semapoer, baris-berbaris, dll.




       Alhamdulillah pada setiap kegiatan yang dilakukan peserta didik mengikutinya dengan antusias, ustad-ustad juga tak kenal lelah, sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar. kegiatan pramuka Hidayatullah diawali pada pukul 11.15 dengan apel pembukaan, kemudaian dilanjutkan solat jum’at, setelah solat jum’at acara inti, dan yang terahir apel penutupan yang dilakukan pada pukul 14.30 WIB.
Share:

Jumat, 29 Agustus 2014

Hidup di Bawah Naungan Allah Ta’ala



Apa yang begitu diharapkan dalam hidup berkeluarga? Ya, adanya kecukupan dalam berbagai hal. Dari segi kesehatan, semua anggota keluarga sehat. Dari segi finansial, semua kebutuhan tercukupi. Begitupun dalam hal eksistensi diri, baik di ranah spiritual maupun intelektual, seluruh anggota keluarga berada di posisi yang baik.
Demikianlah harapan yang ideal. Ini juga menjadi harapan yang dibenarkan. Bahwa seluruh kebutuhan dan keinginan kita terpenuhi dan kita bahagia karenanya, itu sesuatu yang sah. Dari titik inilah, kita kemudian didorong untuk berikhtiar dan juga berdoa. Dalam berikhtiar, kita menukarkan yang kita punya untuk mendapatkan yang kita mau. Dalam doa, kita pasrahkan seluruhnya kepada Allah Ta’ala. Keyakinan kita adalah satu: segala sesuatu berawal dan berakhir di Allah Ta’ala.
Dengan keyakinan inilah, kita mengikhtiarkan diri untuk terjaga dari segala yang haram. Apapun bentuknya, kita akan menghindar sekuat tenaga. Kalau kemudian kita terpeleset, kita akan segera bangkit dan berjalan kembali di jalan yang benar.
Kita yakin Allah Ta’ala selalu bersama kita. Kita yakin segala kebutuhan kita dipenuhinya. Kalaupun ada yang tertunda, pasti ada hikmah penting yang ingin disampaikan-Nya. Kita pun akan berbaik sangka kepada-Nya. Kita akan senantiasa memanjatkan syukur kepada-Nya. Tidak ada keputusan-Nya yang buruk, segala keputusan-Nya baik. Manusia saja yang terkadang belum cerdas dalam menyikapi yang ditetapkan-Nya.
Kita akan senantiasa menguatkan keyakinan kepada Allah Ta’ala bahwa hidup terindah adalah hidup di bawah naungan-Nya, mengikuti aturan-Nya, dan senantiasa mendekat kepada-Nya. Wallaahu a’lam.
Share: